Translate

Ad

Sunday, August 14, 2022

Perbedaan antara sel normal vs abnormal


Gambar di atas adalah gambaran perbedaan sel normal dan sel abnormal, menurut Konsep karnus. Pembelahan sel normal berlangsung teratur dan dapat terkendali. Jika diibaratkan negara kita yang jumlah penduduknya sekitar 270 juta manusia, pemerintah mencanangkan program KB sebagai upaya untuk mengendalikan jumlah penduduk, sehingga jumlah angka kelahiran diatur oleh pemerintah. Jika penduduknya patuh, maka tidak akan terjadi ledakan jumlah penduduk, namun jika penduduknya tidak patuh, maka akan terjadi ledakan penduduk yang bisa saja berkembang dari 270 juta manusia menjadi 1 milyar manusia dan menyebabkan terjadi kekacauan. Penduduk yang patuh diibaratkan dengan sel normal, sedangkan yang tidak patuh diibaratkan sebagai sel abnormal. Jika penduduknya patuh, maka tidak akan terjadi ledakan jumlah penduduk, namun jika penduduknya tidak patuh, maka akan terjadi ledakan penduduk yang bisa saja berkembang dari 270 juta manusia menjadi 1 milyar manusia dan menyebabkan terjadi kekacauan.

Penduduk yang patuh diibaratkan dengan sel normal, sedangkan yang tidak patuh diibaratkan sebagai sel abnormal. Begitu pula dengan kondisi sel tubuh. Proses mitosisnya (pembelahan sel) juga diatur. Jika pembelahan tersebut berlebih maka akan dikendalikan sendiri oleh tubuh melalui program pengaturan DNA. Pada sel abnormal, pembelahan dan pertumbuhan sel tidak terkendali dan berubah pula sifatnya. Hal ini disebabkan program pengaturan DNA nya mengalami kekacauan oleh beberapa sebab. Sel abnormal sendiri sifat dan karakternya berbeda satu dengan lainnya dan dipengaruhi oleh beberapa aspek.

Beberapa aspek parameter yang membedakan antara sel nomal dan sel abnormal adalah sebagai berikut:

Pada aspek nutrisi, sel normal dan sel abnormal keduanya sama-sama membutuhkan nutrisi. Perbedaannya adalah nutrisi tersebut dibutuhkan sel normal untuk hidup, sementara sel abnormal membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk menghidupi semua jaringan baru yang dibentuknya. Sel abnormal lebih rakus dibanding sel normal. Pada aspek hidup, sel normal tumbuh dan berkembang wajar, sedangkan sel abnormal tumbuh dan berkembang dengan lebih cepat dari semestinya, sehingga sel abnormal bentuknya jauh lebih besar dibandingkan sel normal Aspek regenerasi pada sel normal tetap normal artinya tidak ada sifat yang diubah, contohnya jika sel payudara mati maka akan diganti dengan sel payudara baru yang sama. Akan tetapi regenerasi sel abnormal akan melahirkan sifat dan karakter yang berbeda dari sel asalnya, contohnya sel payudara yang mati kemudian muncul sel baru yang berbeda bentuk dan sifatnya maka timbulah benjolan atau tumor payudara. Artinya sel tersebut sudah berubah dari sifat sel asalnya.

Yang perlu kita pahami tubuh manusia adalah sebuah sistem, dimana dalam satu tubuh ada ribuan sistem yang saling terhubung, saling berkomunikasi, saling mendukung, saling ketergantungan dan membentuk suatu kinerja sistem yang sempurna, sehingga manusia sehat. Jika ada sesuatu yang berubah atau sakit di tubuh manusia, maka pelajarilah sistemnya untuk mengembalikan sistem tersebut kepada sistem awal yang sempurna, sehingga jauh dari kelainan dan penyakit. Proses pengembalian sistem tersebut tentu tidak bisa instan. Keberhasilan atau kesembuhan seseorang tergantung dari usaha seorang tersebut untuk mengembalikan sistem tubuh awal sesuai dengan algoritma Sang Pencipta sampai menuju kesembuhan. Tentunya sebagai manusia beriman, kesembuhan itu sendiri adalah anugerah dari Sang Pencipta.


 

Wednesday, August 10, 2022

Kaitan antara Kesehatan Organ Lambung dengan pembentukan Vitamin D untuk menjaga Kesehatan Tubuh



Kolesterol sebenarnya bukanlah sesuatu yang jahat selama jumlahnya tidak berlebihan, karena manusia sebenarnya juga membutuhkan kolesterol. Banyak sekali peran kolesterol dalam tubuh, seperti untuk membentuk vitamin D, sebagai bahan baku pembuatan hormon sexual seperti testoteron, progesteron dan lainnya. Vitamin D adalah salah satu vitamin yang terbuat dari kolesterol. Kolesterol bisa didapatkan dari makanan yang kita makan, dengan syarat lambung dapat bekerja optimal dan metabolisme dalam tubuh bisa berjalan lancar. Kolesterol akan dibawa darah dalam bentuk lipoprotein, kemudian masuk ke liver. Di liver, sebagian kolesterol tersebut akan di ubah menjadi pro vitamin D  yang akan dibawa ke kulit. Pada saat kita berjemur, sinar matahari akan mengkatalis perubahan provitamin D menjadi vitamin D3 (kolekalsiferol) yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D. Vitamin D3 berasal dari bahan makanan hewani seperti minyak ikan, hati, kuning telur, butter, atau suplemen. vitamin D3 bisa terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Selain D3, Vitamin D juga memiliki bentuk aktif lain yaitu vitamin D2 (ergocalciferol), biasanya berasal dari tumbuhan seperti jamur.

Lambung sebagai organ penting yang mengubah makanan menjadi berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh berperan penting juga dalam penyediaan bahan baku pembuatan vitamin D di dalam tubuh. Oleh karena itu organ lambung harus dalam keadaan sehat dan prima agar bisa mengubah berbagai makanan menjadi nutrisi penting yang diperlukan tubuh, termasuk vitamin D. Untuk bisa menjalan fungsinya tersebut lambung harus dalam keadaan asam sehingga dapat memecah molekul makanan. Jadi bisa dibayangkan meskiun kita berjemur untuk mengaktifkan vitamin D menjadi vitamin D aktif seperti vitamin D3, namun karena lambung kita sedang bermasalah, maka kita tidak akan mendapatkan vitamin D3 karena tidak ada vitamin D yang terbentuk dari makanan yang kita makan. Vitamin D bisa diproduksi sendiri oleh tubuh selama sistem tubuh masih bagus. Yaitu selama organ lambung mampu memproses bahan makanan menjadi berbagai nutrisi dalam tubuh, termasuk  kolesterol.

Pada saat terinfeksi virus COVID-19 dan sudah mengalami banyak masalah kesehatan, termasuk lambung yang bermasalah, maka bisa dikatakan hal itu sudah sedikit terlambat. Jika kondisinya sudah seperti itu, maka bisa dibantu dengan mengonsumsi vitamin D3. Vitamin D3 sendiri adalah hormon steroid yang memiliki reseptor VDR (Vitamin D Receptor) pada sel imun dan sel tulang. Fungsinya adalah membawa perintah kepada nukleus sel untuk memproduksi sel imun dan penyerapan kalsium. Di tulang sendiri terdapat sel osteoklas. Sel ini mempunyai reseptor vitamin D3. Sel osteoklas akan memakan sel tulang yang rapuh dan diganti dengan sel tulang yang baru. Ternyata osteoklas juga termasuk sel imun. Sel imun yang lain juga punya reseptor vitamin D3. Vitamin D3 ini akan memberitahu percepatan respon dari monosit ke dendrit menuju sel B. Masing-masing fungsi tersebut akan bersinergi untuk melawan virus COVID[1]19. Jadi pahamilah bahwa disini tubuh kita juga sudah sangat canggih, maka berikan support untuk tubuh kita dan jangan melawannya. Sistem imun tubuh kita sudah sangat cerdas dan kuat untuk melawan virus termasuk virus COVID-19 dan yang lainnya. Berikut adalah beberapa langkah sederhana dari konsep karnus untuk memperbaiki sistem tubuh secara komprehensif.

1) Memperbaiki metabolisme tubuh sampai ke tingkat sel dengan cara

o   Memperbaiki atau rekontruksi fungsi lambung dengan konsumsi pati resisten dan kolagen tipe 3 dari tulang sapi agar dapat mengubah makanan menjadi nutrisi sel.

o   Menghindari obat atau minuman penetral asam lambung, kecuali jika terpaksa sekali, tetapi jangan berhenti sampai disitu. Saat mengalami sakit maag, konsumsi obat penetral asam lambung sementara saja, kemudian lakukan langkah perbaikan.

o   Memastikan nutrisi sel tersedia dengan cara makan banyak lauk, bervariasi, dan berhenti makan sebelum kenyang.

o   Melindungi fungsi sel yang diangkut oleh darah dari resiko oksidasi dengan ikatan kompleks dan antioksidan.

2) Hindari makanan yang dimodifikasi. Pahami makanan-makanan yang bukan makanan manusia.

3) Bakar lemak yang menumpuk dalam darah menjadi energi. Proses pembakaran lemak tersebut ada mekanismenya dan tidak mudah. Untuk memahami hal tersebut maka kita perlu belajar.

4) Pastikan tubuh cukup istirahat, berpikir positif dan selalu bersyukur

Sumber: https://konsepkarnus.com/artikel/263-kaitan-antara-kesehatan-organ-lambung-dengan-pembentukan-vitamin-d-untuk-menjaga-kesehatan-tubuh

Tuesday, August 9, 2022

Kajian Konsep Karnus pada kaitan Penyakit Gangguan Lambung dengan Penyakit Degeneratif


 

Konsep Karnus mempelajari tubuh manusia sesuai algoritma Sang Pencipta dan hubungannya dengan alam semesta. Sehingga identifikasi akar permasalahan dan solusi penanganan penyakit yang diambil selalu dikembalikan dan sejalan dengan algoritma tubuh, tidak bertentangan kecuali dalam kondisi yang memaksa dan hanya bersifat darurat, untuk sementara waktu saja. Sebuah contoh fenomena menarik yang ditemukan di antara pasien penyakit degeneratif dan sel abnormal adalah bahwa pasien penyakit tersebut umumnya memiliki organ lambung yang bermasalah. Pada pemahaman medis saat ini, tidak ditemukan hubungan yang erat antara gangguan lambung dengan penyakit degeneratif dan sel abnormal. Bagaimana Konsep Karnus menjawab fenomena tersebut?

Konsep Karnus senantiasa mengembalikan permasalahan tubuh manusia sesuai dengan algoritma-Nya. Setelah mempelajari algoritma tubuh dan ilmu dasar lainnya, Konsep Karnus justru menemukan jawaban yang sebaliknya yaitu bahwa penyakit gangguan lambung sangat berkaitan dalam proses timbulnya penyakit degeneratif dan sel abnormal. Konsep Karnus dengan yakin menyatakan bahwa gangguan lambung adalah salah satu penyebab utama timbulnya penyakit degeneratif dan sel abnormal. Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi dan Bagaimana Penjelasannya?

Penyakit gangguan lambung adalah suatu kondisi dimana organ lambung mengalami gangguan, bisa bersifat ringan atau berat. Sakit lambung ringan apabila di bagian dinding lambung mengalami luka atau iritasi, sedangkan sakit lambung berat jika terjadi sel abnormal (kanker) pada lambung atau klep di saluran esofagus terganggu sehingga cairan asam lambung dapat naik ke atas (penyakit GERD). Pada sakit lambung ringan, gejala yang sering terjadi adalah lambung terasa perih karena dinding lambung yang luka terkena cairan asam lambung. Penanganan yang umum dilakukan adalah dengan metode penetralan pH asam lambung dengan antasida. pH asam lambung yang netral akan membuat lambung tidak perih dan terasa nyaman. Sedangkan pada kasus sakit gangguan lambung berat, penanganan yang dilakukan adalah memberikan proton pump inhibitor yang berfungsi menghentikan keluarnya asam lambung dari epitel lambung, sehingga praktis lambung tidak terasa nyeri.

Algoritma tubuh manusia menetapkan bahwa asam lambung yang ada dalam organ lambung adalah bersifat alamiah dan merupakan asam kuat (HCl) dengan pH 1-2, serta diciptakan untuk mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu untuk memecahkan makanan yang kita konsumsi dalam bentuk polimer menjadi monomer yang nantinya menjadi nutrisi bagi seluruh sel tubuh kita. Penanganan gangguan lambung dengan cara menetralkan dan menghentikan keluarnya asam lambung tentu saja bertentangan dengan algoritma tubuh yang disematkan oleh Sang Pencipta, dan tentunya akan berakibat fatal bagi tubuh. Apakah cara penanganan tersebut akan menyembuhkan gangguan lambung?

Tentu saja tidak, karena hanya bersifat simptomatik yaitu menghilangkan rasa nyeri saja dan akan selalu kambuh lagi serta jika dilakukan terus menerus akan memberikan efek yang semakin fatal. Cairan asam lambung yang sering dinetralkan atau dihentikan akan menyebabkan proses pemecahan makanan menjadi nutrisi sel tidak berjalan sempurna, sehingga nutrisi banyak terbuang sebagai feces dan nutrisi untuk sel menjadi tidak tercukupi. Selain itu banyak timbunan lemak (trigliserida) dalam darah karena lemak tidak tercerna dengan baik, sehingga peredaran darah juga menjadi bermasalah. Seiring dengan waktu muncul timbunan plak yang menutupi dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan di pembuluh darah dan penurunan kualitas darah. Padahal darah mempunyai peran sebagai pembawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh. Timbunan plak juga akan menutupi berbagai reseptor hormon dalam tubuh seperti reseptor insulin sehingga akan menyebabkan munculnya resistensi insulin yang menjadi penyebab terjadinya penyakit diabetes. Apabila gangguan lambung tersebut berlangsung lama dan penanganannya masih sama, maka sel-sel dalam tubuh akan mengalami kekurangan nutrisi makanan. Sehingga sel tubuh mengalami gangguan kinerja fungsinya bahkan dapat mengakibatkan kerusakan dan kematian sel atau jaringan sel di dalam tubuh. Organ dimana sel-selnya mengalami kekurangan nutrisi maka menurun fungsinya dan timbullah penyakit degeneratif tergantung organ yang mengalami kerusakan, apakah tulang (osteoporosis), sendi (osteoarthritis), ginjal (gagal ginjal), saluran peredaran darah (hipertensi), jantung (jantung koroner dan gagal jantung), dan lain-lain.

Gangguan lambung dapat menjadi salah satu penyebab utama timbulnya penyakit sel abnormal. Bermula dari kegagalan lambung dalam memproses pemecahan makanan, terutama protein, sehingga tubuh tidak dapat menyediakan asam amino yang cukup sebagai bahan baku pembuatan enzim lipase. Sedangkan enzim lipase tersebut dibutuhkan dalam proses pemecahan lemak (trigliserida) di dalam darah. Apabila lemak (trigliserida) tidak dapat dipecah karena kekurangan enzim lipase, maka lemak (trigliserida) tidak dapat masuk ke dalam sel dan akan menumpuk di dalam sirkulasi darah. Semakin lama lemak (trigliserida) menumpuk dalam darah, maka akan semakin besar peluangnya bertemu dengan oksigen, sehingga risiko terjadinya oksidasi parsial semakin tinggi. Reaksi oksidasi parsial ini menghasilkan radikal bebas yang dapat masuk ke dalam sel sehingga mengganggu sistem perintah DNA atau RNA. Hal ini menyebabkan kesalahan pada hormon dan enzim yang dihasilkan. Kesalahan pada hormon dan enzim dalam tubuh akan mengakibatkan terjadinya gangguan pada pertumbuhan sel tubuh tertentu yang dituju. Perintah awal yang salah akan berujung pada hasil yang berbeda dari yang seharusnya, sehingga menyebabkan tumbuhnya sel abnormal.

Bagi penganut agama Islam, menyakini sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hafizh Assuyuthi dalam al-jami asshagiir mengatakan bahwa “Sumber Segala Penyakit adalah Al-Baradah”. Al-Baradah maksudnya adalah perut atau jeleknya pencernaan. Dari penjelasan tentang keterkaitan lambung dengan penyakit degeneratif dan sel abnormal di atas, Konsep Karnus dapat memberikan penjelasan dari hadis tersebut dan terbukti dari sanalah permasalahan penyakit degeneratif dan sel abnormal sebenarnya bermula.

Sunday, August 7, 2022

Kenali Berbagai Penyebab Terjadinya Penyakit Osteoartrithis atau Penyakit Nyeri Sendi dan saran Solusinya



OA atau osteoarthritis adalah kondisi persendian yang kehilangan cairan sinovial sehingga terjadi peradangan pada tulang rawan. Sinovial dihasilkan oleh tulang rawan. Di dalam tulang rawan terdapat sel bernama kondrosit dan kondroblas. Untuk membuat sinovial, maka sel tulang harus tercukupi nutrisinya, yaitu asam amino, glukosa, kalsium, fosfat dan air. Cairan sinovial terdiri dari kolagen, glukosamin, aminoglikan, air dan hyaluronic acid (HA) yang diproduksi oleh kartilago.



Osteoarthritis biasanya terjadi pada sendi yang menahan beban, mayoritas pada sendi lutut dan pinggang. Jika sakit persendian terjadi pada tulang belakang maka cairan sinovial yang hilang akan menyebabkan tulang kaku dan tidak elastis. Penyebab sakit sendi atau OA diantaranya yaitu:

  • Terjadinya kegagalan transport darah ke pembuluh darah tulang rawan, artinya sel tersebut mengalami kelaparan.
  • Kondroblas dan kondrosit kekurangan asam amino kolagen. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya asupan makanan sumber protein. Maka dalam jangka waktu sekian bulan, akan terjadi kekurangan protein. Jika hal ini terjadi pada sendi, maka sendi tidak lagi elastis.
  • Pekerjaan berat atau olahraga yang berlebihan. Hal ini menyebabkan beban sendi semakin berat, bahkan sampai membunuh sel-sel di tulang rawan. Akibat dari banyaknya sel yang mati, maka sel tidak bisa membuat cairan sendi.
  • Pola hidup yang tidak sehat menyebabkan berat badan yang berlebih (overweight). Kondisi overweight menyebabkan beban yang berlebih pada persedian di tulang penyangga, misalnya sendi lutut dan sebagainya.
  • Gangguan metabolisme yang memicu diabetes dan sebagainya. Nutrisi tidak bisa masuk ke dalam sel karena pemecahan makanannya tidak optimal. Pembuluh darah menjadi kotor karena makanan yang gagal dimetabolisme oleh tubuh dan menumpuk dalam pembuluh darah. Darah pun menggumpal dan nutrisi yang dibawa tidak bisa masuk ke dalam tulang

Mencegah osteoarthritis dapat dilakukan dengan beberapa cara,  seperti berikut ini:

  •  Memberikan nutrisi yang diinginkan oleh tulang, seperti  nutrisi yang mengandung kolagen, mineral kalsium, fosfat, nutrisi glukosa,  dan whey protein. Selain itu berikan bahan baku pembuat sinovial atau cairan sendi. Apabila jalur darah yang membawa makanan ke dalam tulang rawan bagus, maka tambahkan nutrisi dengan mengonsumsi AK Drink 1x sehari.
  • Perbaiki peredaran darah. Sebagai manusia terkadang sistem tubuh mengalami dinamika, adakalanya darah mengalami pengentalan karena terlalu lelah dan sebagainya. Terkadang makanan yang kita konsumsi juga tidak seimbang sehingga gagal dicerna oleh tubuh, sehingga rawan mengalami terjadinya oksidasi parsial dalam pembuluh darah. Kesemuanya tersebut  dapat diredam dengan mengonsumsi makanan fungsional yang mengandung efek anti koagulasi atau antiplatelet alami seperti Algatea. Algatea mengandung EGCG yang bermanfaat untuk melancarkan aliran peredaran darah dan melindungi darah dari oksidasi parsial. 
  •  Oleskan krim cairan pengisi sinovial Good Move pada tulang belakang atau sendi.
  • Hindari beban berat pada sendi. Jangan memaksakan diri untuk mengangkat beban melebihi kemampuan, karena dikhawatirkan dapat terjadi fraktur atau cedera tulang.
  • Jaga berat badan ideal dengan menerapkan diet Karnus. Diet bisa dilakukan secara bertahap yang tujuannya adalah menuju homeostasis. Jangan sampai diet yang dilakukan membebani organ tubuh yang lain.
  • Apabila terdapat masalah pada lambung, maka segera rekonstruksi dan hindari pemberian obat penetral asam lambung. Rekonstruksi lambung bisa dilakukan dengan mengonsumsi AG sereal.

Thursday, August 4, 2022

Sejarah Singkat Munculnya Konsep Karnus sebagai Salah Satu Konsep atau Metode di Bidang Kesehatan Masa Kini



Konsep Karnus dideklarasikan secara resmi pada akhir bulan maret 2017 dan mulai saat itu disampaikan secara luas kepada masyarakat umum melalui acara seminar, tulisan, video dan media lainnya. Berbagai Konsep pemikiran yang melandasi konsep karnus sebenarnya sudah ada semenjak 9 tahun sebelum Konsep karnus dideklarasikan secara resmi yaitu pada saat Ibunda dari Bapak Iwan Benny Purwowidodo selaku founder Konsep Karnus meninggal dunia karena penyakit kanker. Selanjutnya Pak Iwan Benny menjumpai keluarga, kerabat, kolega, teman yang juga mengalami hal yang hampir sama yaitu menderita suatu penyakit degeneratif atau penyakit sel abnormal tertentu dan sulit sekali menuju kesembuhan. Dari sini timbul rasa penasaran dan ketidakpuasan Bapak Iwan Benny terhadap penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal yang berjalan saat itu.

Mengapa tingkat kesembuhan penyakit tersebut sangat rendah?

Padahal sudah ditangani oleh para pakar medis profesional, bahkan didukung oleh obat-obatan dan teknologi modern serta pendanaan yang sangat besar. Pasien penderita penyakit-penyakit tersebut umumnya mengalami penurunan kualitas hidup, tergantung dengan obat-obatan selama hidupnya dan selanjutnya berakhir dengan kematian. Rasa penasaran dan ketidakpuasan tersebut menumbuhkan obsesi yang kuat untuk mencari jawaban dan solusi dalam penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal tersebut.

Di mulai dari pertanyaan-pertanyaan, apakah terdapat kesalahan dalam penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal selama ini?

Dimanakah letak kesalahannya?

Mengapa dengan teknologi modern sekalipun belum mampu meningkatkan keberhasilan penanganan penyakit-penyakit tersebut?

Berbagai pertanyaan tersebut akhirnya mengilhami Bapak Iwan Benny  untuk terus menggali dan mencari jawaban yang memuaskan hati. Melalui pembelajaran dan pemahaman berbagai ilmu dasar (ilmu biologi, kimia, fisika, biokimia), berbagai jurnal penelitian ilmiah dan berbagai riset yang dilakukan secara mandiri sebagai upaya untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal tersebut. Kajian-kajian yang dilakukan tersebut akhirnya menghasilkan suatu pandangan atau konsep baru dalam metode kesehatan. Itulah awal dari lahirnya Konsep Karnus.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Konsep Karnus?

Konsep Karnus adalah suatu konsep yang mempelajari dan mengembalikan cara kerja sistem tubuh manusia sesuai dengan algoritma Sang Pencipta, mulai tingkat sel sampai aktivitas fisik manusia dan hubungannya dengan alam semesta.

Ibaratnya sebuah mobil yang diproduksi suatu pabrik, pabrik tersebut pasti akan memberikan buku manual kepada setiap pembeli mobil. Buku manual tersebut berisi bagian mobil, fitur mobil, indikator dalam instrumen mobil, spesifikasi dan perawatan mesin, dan lain-lain. Harapannya adalah pengguna mobil dapat mengerti tentang segala sesuatu yang ada pada mobil tersebut. Sehingga apabila terjadi sesuatu maka pengguna akan mengerti tindakan apa yang harus dilakukan terhadap mobilnya. Demikian juga dengan manusia, Sang Pencipta menyematkan berbagai algoritma pada tubuh manusia, dan manusia diharapkan mengerti dan memahami, sehingga dapat bertindak lebih bijaksana dalam memperlakukan tubuh.

Konsep Karnus berusaha menjelaskan kepada kita semua sehingga kita mudah mengerti dan memahami apa yang ada dalam tubuh kita, memahami bahwa satuan terkecil fungsi tubuh kita adalah metabolisme sel, memahami bagaimana organ-organ dalam tubuh berfungsi dan bekerja sesuai aturannya, memahami bagaimana sistem-sistem dalam tubuh manusia dan bagaimana sistem-sistem tersebut bekerja dan saling berhubungan sebagai satu kesatuan dalam tubuh kita sesuai algoritma Sang Pencipta. Kita juga akan memahami berbagai skema dalam tubuh yang diberikan oleh Sang Pencipta yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi. Akan dijelaskan juga tentang hal yang tidak kalah penting yaitu makanan yang kita konsumsi sehari-hari sebagai bahan baku yang mutlak diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia.

Pengetahuan tentang tubuh manusia adalah hak setiap manusia, tidak memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Apabila kita semua telah mengetahui dan memahami algoritma tersebut maka kita akan dapat lebih tepat dalam memperlakukan tubuh kita, terutama dalam hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan dan penanganan penyakit serta bagaimana manusia berhubungan dengan alam semesta yang selalu mengalami perubahan ini.

Pada perkembangannya cakupan Konsep Karnus ternyata tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal saja, tetapi sudah meluas pada berbagai aspek kehidupan manusia terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan, gaya hidup, lingkungan dan lain-lain.

Tips Mengatur Pola Makan Bagi Penderita Diabetes



Bagi penderita diabetes, menjalankan pola makan yang sehat adalah sebuah keharusan. Mengontrol pola makan merupakan salah satu kunci untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Meskipun Jumlah total kalorinya harus di batasi. Kalau misal jumlah rata-rata asupan kalori hariannya biasanya 2500 kalori, maka bagi penderita diabetes jumlah asupan kalori hariannya tersebut sudah harus di kurangi sekitar 700-800 kalori per hari. Jadi jumlah total asupan kalorinya jadi sekitar 1600 sampai dengan 1700 kalori per hari.Selain membatasi jumlah total asupan kalori, jenis asupan makanan bagi penderita diabetes juga harus di batasi. Sembarangan mengonsumsi makanan, khususnya yang tinggi kadar gula mungkin saja akan memperparah kondisi penyakit diabetes. Namun, Anda tidak perlu takut makan. Berikut adalah tips pola makan sehat yang direkomendasikan bagi penderita diabetes dari konsep karnus.

  1. Makan Makanan Kaya Nutrisi

Semua orang dianjurkan untuk makan makanan beragam demi memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Namun, perlu diingat bahwa beragam bukan berarti berlebihan. Anda perlu mencukupi kebutuhan kalori harian dari bermacam-macam makanan yang Anda pilih untuk dikonsumsi. Penderita diabetes dianjurkan untuk banyak mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan dan ikan karena makanan tersebut kaya akan serat, vitamin dan mineral.

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Protein

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan peranan protein untuk penderita diabetes. Dimana protein akan membantu pemenuhan asam amino dalam tubuh sehingga metabolisme lemak dalam darah dapat berjalan dengan baik. Dengan catatan 70% protein yang dikonsumsi bersumber dari bahan nabati dan 30% dari bahan hewani. Namun bagi penderita diabetes yang sudah mengalami komplikasi di organ ginjal, jumlah asupan makanan protein harus di batasi dan di waspadai.

  1. Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Mengonsumsi karbohidrat kompleks sangat dianjurkan bagi penderita diabetes karena dapat membantu tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Karbohidrat kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh sehingga tidak menyebabkan terjadinya peningkatan gula darah secara tiba tiba setelah makan. Karbohidrat kompleks bisa didapat dari beras merah, jagung, ubi, gandum dan bekatul sereal.

  1. Batasi Konsumsi Lemak

Pada dasarnya resistensi insulin terjadi karena adanya timbunan plak yang berasal dari oksidasi lemak yang menutupi reseptor insulin di sel tubuh, sehingga glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel. Agar lemak yang sudah menumpuk di pembuluh darah ini tidak semakin banyak, maka pembatasan konsumsi makanan lemak perlu diperhatikan. Makanan yang mengandung lemak diantaranya adalah kuning telur, kulit ayam, produk susu tinggi lemak, mayonnaise dan margarin.

  1. Batasi Konsumsi Garam

Konsumsi makanan asin dapat berakibat pada meningkatnya tekanan darah pada yang mungkin akan mempengaruhi kondisi penderita diabetes. Tekanan darah tinggi bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, pembatasan gula harus diimbangi dengan pembatasan konsumsi garam.

Demikian tips pengaturan pola makan bagi penderita diabetes. Perlu di fahami, selain pengaturan jumlah dan asupan makanan harian, penderita diabetes juga dianjurkan untuk aktif melakukan aktivitas fisik seperti olah raga ringan dan lainnya.

Sumber: https://konsepkarnus.com/artikel/235-tips-mengatur-pola-makan-sehat-untuk-penderita-diabetes

Tuesday, August 2, 2022

Konsep Karnus menjadi Topik Utama Seminar Nasional Solusi Sembuh Penyakit Degeneratif di kampus IPB

 Konsep Karnus telah hadir di tengah masyarakat selama lebih dari 5 tahun berjalan. Kiprahnya dalam edukasi kesehatan dengan metode konsep karnus ke tengah masyarakat telah menorehkan reputasi yang gemilang. Setelah sukses meluncurkan program pendampingan sembuh diabetes karnus (PPSDK)  dan launcing program aplikasi pintar karnusbot1, banyak masyarakat yang merasakan dampak dari manfaat program PPSDK dan karnusbot1 tersebut. Sebagian besar para peserta yang ikut program pendampingan sembuh diabetes tersebut menyatakan puas dengan progres kesembuhan dari penyakit diabetesnya. Salah satunya adalah peserta yang bernama Fatkurochman seperti yang di kutip dalam artikel berikut.

Nama Konsep Karnus semakin berkibar di tengah masyarakat, termasuk di kalangan akademisi, seperti di kampus IPB. Pada kesempatan acara seminar nasional kesehatan yang di adakan oleh departemen SDM IPB yang bekerjasama dengan Yayasan Derap Perempuan Kreatif Indonesia Peduli Bangsa (DPK IPB) pada tanggal 18 Juni 2022, Konsep Karnus mendapatkan kesempatan untuk memberikan kuliah di acara seminar yang berjudul “Seminar Nasional Kesehatan: Solusi Penyakit Degeneratif dan Sel Abnormal”.  

Bapak Iwan Benny Purwowidodo selaku Founder Konsep Karnus dan Dokter Soegeng Ibrahim selaku dokter yang aktif menyebarkan konsep karnus, memberikan kuliah kepada para peserta seminar nasional kesehatan tersebut, yang dimoderatori oleh Profesor C. Hanny Wijaya. Para peserta terlihat antusias dengan pemaparan dari Founder konsep karnus dan dokter Soegeng. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta seminar tersebut. Bahkan acara yang semula dijadwalkan berlangsung dari jam 09.00 – 12.00 juga mengalami perpanjangan waktu karena banyaknya pertanyaan dari para peserta yang semakin menghangat. Setelah acara seminar selesai tim Konsep Karnus juga menyambung silaturahmi dengan Profesor Illah Sailah dan DR. Basith sebagai dua dosen senior di kampus IPB. Selanjutnya kampus IPB menawarkan agar  kuliah konsep karnus angkatan ke -10 yang rencana akan di adakan di bulan September 2022 supaya bertempat di kampus IPB. Profesor Illah yang juga menjabat Rektor universitas Binawan, yaitu kampus yang berbasis kesehatan dan keperawatan meminta agar konsep karnus juga turut diedukasikan di kampus Binawan.

 Sumber: https://konsepkarnus.com/artikel/243-konsep-karnus-menjadi-topik-utama-seminar-nasional-solusi-sembuh-penyakit-degeneratif-di-kampus-ipb

Konsep Karnus Luncurkan Platform Robot Cerdas Pendamping Program Sembuh Diabetes

 Penyakit diabetes atau sebutan lainnya adalah penyakit gula merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) di atas batas normal. Hingga saat ini penyakit diabetes ini masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) 2021, saat ini Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus diabetes tertinggi di dunia. Bahkan Indonesia menempati posisi kelima di dunia.

Data IDF tahun 2021 juga menyebutkan 537 juta orang dewasa usia 20-79 tahun atau 1 dari 10 orang di dunia hidup dengan diabetes. Termasuk diabetes tipe 1 dan tipe 2 serta diabetes yang tidak terdiagnosis. Angka ini diprediksi akan meningkat menjadi 643 juta pada 2030 dan 784 juta pada 2045. Bahkan setidaknya terdapat 236 ribu jiwa meninggal akibat diabetes pada tahun 2021 di Indonesia.

Berdasarkan fakta tersebutlah yang memecut tekad kuat Iwan Benny Purwowidodo selaku Founder Konsep Karnus untuk menciptakan suatu platform digital bernama Karnus BOT1 yang mampu memantau kondisi penderita diabetes, sekaligus menjadi pendamping cerdas dalam proses penyembuhan diabetes yang dijalani oleh penderita.

Untuk mengenalkan platform tersebut ke masyarakat luas maka Konsep Karnus pun meluncurkannya secara resmi pada 29 Januari 2022. Peluncuran ini dilakukan secara daring yaitu melalui aplikasi zoom demi mencegah penyebaran Covid-19, apalagi saat ini kasus Covid-19 varian omicron telah memasuki Indonesia.

Selain dihadiri oleh Iwan Benny Purwowidodo selaku Founder Konsep Karnus, peluncuran platform digital Karnus BOT1 juga turut dihadiri oleh kalangan dokter, akademisi dan survivor diabetes, juga turut hadir dr. Sugeng Ibrahim, M. Biomed selaku Pakar Kesehatan Biomedic sebagai pembicara. Tak hanya menyampaikan materi semata dr. Sugeng Ibrahim juga menyampaikan dukungannya atas Karnus BOT1, yang mampu mengembalikan harapan para diabetesi yang telah pudar akan kesembuhan dari penyakit diabetes.

“Saya telah melakukan analisis mengenai data dari Karnus BOT1. Data tersebut sangat relevan dengan pemeriksaan yang selama ini kami jalankan bahkan dapat menampilkan informasi kualitas darah dalam bentuk grafis. Saya rasa ini adalah inovasi yang sangat bagus,” ungkapnya.

Sementara itu dr. Wahid selaku aplikator dari Karnus BOT1 yang juga turut menjadi narasumber pada acara tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungannya, “Karnus BOT1 sangat membantu kami para dokter untuk dapat lebih mudah memantau kondisi pasien diabetes,” ujarnya.

Senada dengan dr. Wahid, dr. Edy Subagiyo juga menyampaikan bahwa dengan penggunaan Karnus BOT1 ini pengoptimalan proses penyembuhan pasien diabetes akan kembali didapatkan.

Keunggulan Karnus BOT1

Karnus BOT1 adalah sebuah platform digital yang mampu menampilkan data analisis kesehatan mulai dari kualitas darah hingga berbagai indikator kesehatan lainnya. Data laboratorium dan berbagai aktivitas harian dari pengguna akan dianalisa oleh algoritma canggih Karnus BOT1, hingga menunjukkan progres kondisi tubuh dengan tampilan berupa diagram dan grafik.

“Saya sangat terbantu dengan hasil analisis data yang diberikan Karnus BOT1, karena tidak hanya memberikan informasi kondisi gula darah tetapi juga kualitas saluran peredaran darah saya. Bahkan menu-menu makanan sehat yang diberikan juga sangat membantu mengontrol kalori yang saya konsumsi,” terang Rochmad Toni selaku pengguna platform Karnus BOT1.

Sepakat dengan apa yang disampaikan Rochmad Toni, Sunaryo juga menyampaikan apresiasinya terhadap platform Karnus BOT1, “Platform ini sangat bagus sekali, dapat merekam hasil pemeriksaan medis dan ada rujukannya. Orang ketika melihat itu senang, seolah-olah kita itu punya lab sendiri”, terangnya.

Selain dapat menganalisis dan memantau kondisi dari pengguna, melalui Karnus BOT1 pengguna juga dapat melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter-dokter berpengalaman di bidangnya.

Pengalaman tersebut turut disampaikan oleh Izzudin yang juga merupakan pengguna dari platform Karnus BOT1, “Pelayanan yang diberikan oleh tim konsultasi Karnus BOT1 sangatlah baik. Tidak hanya bisa berkonsultasi langsung lewat zoom dengan dokter, tim yang ada dibalik program sembuh diabetes dan Karnus BOT1 juga sangat cepat tanggap atas berbagai pertanyaan saya. Saya sangat salut”, ungkap Izzudin.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Karnus BOT1, silakan mengunjungi situs resmi melalui laman https://karnusbot1.tokokarnus.com/.

Harapan sembuh dari diabetes masih ada dan dengan Karnus BOT1 kesembuhan itu akan lebih mudah diwujudkan.

(sumber: https://konsepkarnus.com/artikel/172-konsep-karnus-luncurkan-platform-robot-cerdas-pendamping-program-sembuh-diabetes)

Sunday, July 31, 2022

Sehat alami dengan mengikuti algoritma Sang Pencipta pada tubuh manusia

Manusia hidup di alam semesta tidak sendirian, melainkan berdampingan dengan banyak makhluk lainnya yang saling mempengaruhi, mulai dari sel tunggal sampai dengan multiseluler. Konsep karnus telah membahas sebelumnya bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan menyematkan algoritma sistem pertahanan untuk melindungi sel dari serangan patogen atau zat asing dari luar tubuh. Sistem pertahanan tersebut dilakukan oleh sel-sel yang diberi tugas khusus dengan membentuk sistem organ. Pada dasarnya, keseluruhan sistem organ tubuh ini mempunyai kontribusi untuk mempertahankan homeostasis atau keseimbangan dalam tubuh.



Manusia memang diciptakan oleh Tuhan dengan akal pikiran dan hawa nafsu. Namun yang terjadi saat ini, tingginya nafsu serta ketidahtahuan manusia mengenai sistem kerja tubuhnya sendiri justru mengantarkan pada penderitaan. Singkatnya, manusia seringkali menyalahi aturan atau algoritma tubuh yang telah disematkan oleh Sang Pencipta dan hal tersebut memberikan dampak bagi dirinya sendiri. Contohnya adalah seseorang yang ingin terlihat cantik dengan memiliki kulit yang putih.

Memiliki kulit putih dan cerah merupakan dambaan setiap orang. Tubuh manusia sendiri memiliki pigmen atau zat warna alami (melanin) yang memberi warna pada mata, rambut, dan kulit seseorang. Orang yang berkulit gelap memiliki kadar melanin lebih tinggi dibanding yang berkulit terang. Melanin sendiri sebenarnya berperan sebagai pelindung kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Namun, sayangnya, banyak orang yang merasa kurang percaya diri bila memiliki kulit gelap sehingga mencoba berbagai cara untuk mencerahkan atau memutihkan kulitnya. Tanpa disadari, penggunaan produk pemutih kulit, terlebih tidak sesuai dosis, justru akan membuka sistem pertahanan tubuh terhadap paparan sinar UV matahari. Radiasi matahari berlebihan akan memicu terjadinya kanker kulit.

Yang kedua misalnya berkaitan dengan penetralan asam lambung. Asam lambung sebenarnya sangat penting bagi tubuh. Lambung dikatakan sehat apabila kondisinya dalam keadaan asam. Penetralan asam lambung justru akan membuat pemecahan makanan tidak berjalan dengan sempurna. Sel-sel tubuh tidak akan mendapatkan nutrisi yang cukup dan akan mengarah pada timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Contoh lainnya adalah konsumsi Bahan Tambahan Pangan (BTP) sintetis.

Nafsu membuat manusia ingin selalu merasakan makanan yang memiliki cita rasa enak. BTP sintetis menstimulasi indera sehingga mungkin dapat meningkatkan nafsu makan. Namun, konsumsi BTP sintetis secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat berbahaya bagi tubuh. Penggunaan bahan tersebut yang melebihi ambang batas dapat meningkatkan zat radikal dalam tubuh dan memicu kanker. Pahamilah bahwa kita hidup bersama banyak makhluk ciptaan Sang Pencipta yang lain di alam ini. Oleh karena itu, Sang Pencipta juga menciptakan aturan untuk mengatur kehidupan semua makhluk ciptaan-Nya.

Manusia sebagai salah satu makhluk Sang Pencipta yang memiliki akal sudah seharusnya mengikuti dan jangan sampai menyalahi aturan yang telah Sang Pencipta tetapkan. Sang Pencipta mengatur segalanya tentang kehidupan, termasuk kehidupan sel di dalam tubuh manusia, dimana sel tubuh berperan dalam menjalankan proses metabolisme untuk menunjang fungsi kehidupan. Oleh karena itu, kita harus mengembalikan semua proses metabolisme tubuh sesuai algoritma yang sudah disematkan Sang Pencipta. Jangan ubah apapun itu dengan berbagai obat dan zat yang dapat mengubah ketentuan tersebut. Contohnya adalah hentikan tindakan penetralan asam lambung. Biarkan lambung bekerja sesuai dengan yang telah Tuhan tetapkan. Jika lambung pada dasarnya bersifat asam, maka jangan menetralkan asam lambung tersebut, sehingga aturan yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta dapat berjalan dengan semestinya. Lakukan rekonstruksi atau perbaikan lambung dengan protein fibril dan skema perlindungan parsial dengan pati resisten. Perbaikan lambung yang demikian ini merupakan perbaikan yang sesuai sebab berusaha untuk membangun jaringan yang sama dengan yang sudah ada di dalam tubuh.

Thursday, July 28, 2022

Bagaimana Cara Mengobati penyakit gangguan lambung seperti Maag Gastristis, GERD secara tuntas, aman dan alami?

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit gangguan lambung seperti maag yang sudah kronis menahun ataupun penyakit GERD adalah dengan menggunakan nutrisi fungsional, yang sudah terbukti berkhasiat, aman dan alami.  Terapi pengobatan gangguan pada lambung  yang disebabkan karena adanya sekresi asam lambung yang sangat berlebihan sebaiknya tidak di obati dengan obat penetral asam lambung atau yang penghambat produksi asam lambung. 

Beberapa bahan nutrisi fungsional yang terbukti secara ilmiah memiliki efek terhadap perbaikan luka lambung dan kesehatan keseimbangan sekresi asam lambung adalah buah pisang kepok atau pun pisang raja nangka. Kedua jenis pisang ini dikenal memiliki efek yang sangat baik dalam menjaga kesehatan lambung maupun organ pencernaan lainnya dan telah lama dipraktekan oleh nenek moyang kita sebagai obat untuk mengatasi masalah gangguan lambung dan pencernaan. 

Salah satunya adalah dengan menggunakan nutrisi fungsional yang   untuk menjaga kesehatan lambung, seperti dengan dengan menggunakan Produk AG Sereal.

Produk AG Sereal (Alga Gold) bekerja melalui perbaikan kerusakan dinding lambung dengan meregenerasi dinding sel lambung tanpa merekayasa sekresi asam lambung.

AG Sereal atau Alga Gold mengandung paati resisten yang berasal dari Buah Pisang Mentah jenis tertentu, yang di proses dengan teknologi modern dan higienis. Pati resisten buah pisang akan menambal luka yang ada di dinding lambung sehingga mukosa lambung terlindung dari cairan asam lambung yang keras.

AG sereal juga merupakan produk nutrisi yang berbasis kolagen. Ingat..! kolagen adalah protein fibril yang menyusun jaringan ikat yang ada di berbagai organ tubuh kita. Sudah kita ketahui bahwa kolagen adalah suatu protein mayor yang ada dalam tubuh kita, yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan organ dalam (seperti lambung, jantung, ginjal dan lainnya), kesehatan kulit, kesehatan gigi dan tulang. Kombinasi antara kolagen dengan berbagai bahan aktif yang ada di dalam AG sereal menjadikan AG sereal sebagai produk nutrisi fungsional yang sangat bermanfaat dan efektif dalam menyembuhkan  penyakit yang disebabkan oleh gangguan asam lambung.

AG sereal atau Alga Gold, juga sangat kaya mengandung komponen fitokimia seperti tannin, terpenoid, saponin, alkaloid dan flavonoid.  Flavonoid dikenal sebagai zat anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, antihiperglikemik, dan antiulserogenik. Alkaloid dilaporkan sebagai anti-diabetik, anti-inflamasi, dan antioksidan sedangkan saponin memiliki efek anti-diabetik.

AG sereal juga sangat aman digunakan sebagai terapi pengobatan jangka panjang dan kaya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Silahkan Klik artikel berikut untuk pelajari lebih lanjut tentang AG sereal.

Friday, July 30, 2021

Mengapa Covid-19 sangat rentan untuk pasien Penderita Diabetes

 

Gambar di atas menjelaskan tentang beberapa fakta yang ditemukan oleh para peneliti pada pasien DM tipe 2 yang terpapar oleh Covid-19, tentang skema terjadinya faktor penyebab kematian atau keparahan penyakit diantaranya adalah:

 

  1. Terjadinya Peningkatan sitokin inflamasi dan lipopolisakarida di paru,
  2. Peningkatan Sel NK (natural Killer),
  3. Peningkatan Reactive Oxygen (ROS),
  4. Aktivitas hormon angiotensin di sel paru meningkat, serta
  5. Fibrinogen dan D-dimer dalam darah juga bertambah banyak.

Dengan adanya peningkatan sitokin inflamasi dan lipopolisakarida maka akan menyebabkan fibrosis pada paru. Sel-sel paru di penuhi oleh banyak benang sel sehingga akan menyebabkan kerusakan pada organ paru dan saluran pernafasan lainnya, pasien akan mengalami gagal pernafasan, yang akhinya bisa menyebabkan kerusakan di pembuluh jantung dan mengakibatkan kematian.

 

Dengan meningkatnya ROS dan Interleukin-6 (sejenis sitokin/IL6) maka akan mempengaruhi pada kadar gula darah (Hiperglikemi) menjadi semakin bertambah tidak stabil sehingga menyebabkan tejadinya kerusakan di organ paru. Peningkatan ROS di sinyalir karena telah terjadi stress oksidatif pada jaringan sel yang mengalami inflamasi akibat infeksi virus covid-19.

 

Hiperglikemi yang tidak stabil juga akan menyebabkan kerusakan sel endotel pembuluh darah sehingga membuat permeabilitas pembuluh darah terganggu dan menyebabkan meningkatnya viskositas darah atau kekentalan darah. Dengan adanya infeksi virus maka kerusakan pada sel endotel akan semakin parah. Viskositas darah yang semakin tinggi bisa menyebabkan terjadinya pembekuan darah sehingga menyebabkan aliran darah ke jantung akan terhenti dan menyebabkan kematian.

 

Infeksi virus SAR-CoV2 pada pasien penderita diabetes juga bisa menyebabkan terjadinya peningkatan fibrinogen dan D-dimer.

Fibrinogen adalah sejenis protein yang di produksi dalam plasma darah yang berguna dalam proses pembekuan darah.  Fungsi fibrinogen sebenarnya bermanfaat pada saat tubuh mengalami luka, sehingga lukanya akan di tutupi oleh fibrinogen. Namun pada kasus penyakit diabetes yang terinfeksi covid-19, peningkatan fibrinogen justru malah akan membahayakan pasien tersebut, karena aliran darah pasien menjadi kurang lancar bahkan menjadi macet sebab darahnya menjadi semakin mengental dan membeku. Akhirnya menyebabkan pada kematian.

 

Para peneliti yang meneliti kondisi pasien diabetes yang terinfeksi Covid-19 telah menemukan bukti adanya kerusakan parah pada beberapa organ vital pasien diabetes yang disebabkan oleh infeksi Covid-19. Beberapa kerusakan parah tersebut ditemukan di bagian alveolus difus organ paru, terjadi peradangan di organ jantung (miokard), infiltrasi limfosit di organ hati, terkumpulnya sel makrofag di bagian otak, kejadian cedera aksonal, pembekuan darah (mikrotrombi) di ginjal (glomeruli) dan pankreatitis fokal. Hal ini membuktikan kalau pasien penderita diabetes yang terpapar virus covid-19 memang mengalami inflamasi parah.

 

Di sisi lain, kadar gula darah yang tinggi (Hiperglikemia) pada penderita penyakit diabetes juga telah menyebabkan banyak kerusakan pada sel endotel vascular pembuluh darah. Kerusakan tersebut menyebabkan terjadinya komplikasi di saluran makrovaskular (pembuluh darah besar) maupun mikrovaskular (Pembuluh darah kecil).   Sel endotel saluran darah yang terganggu itu pun menyebabkan gangguan pada permeabilitas dinding saluran darah. Sehingga mempengaruhi pada viskositas sel darah. Darah menjadi semakin kental, sehingga pergerakannya menjadi tidak fleksibel. Akhirnya menyebabkan penurunan performa system organ yang ada dalam tubuh, termasuk juga pada kinerja system imun. Padahal, saat penderita diabetes terinfeksi virus Covid-19  tubuhnya sebenarnya sudah kehilangan banyak kemampuan untuk melawan infeksi virus tersebut. Karena system imunnya yang telah terganggu. Sehingga tubuhnya menjadi lemah dalam menangkal serangan virus covid-19 yang menginfeksinya.

 

Gangguan yang terjadi pada  reseptor ACE2.

ACE2 adalah bagian dari sistem renin-angiotensin-aldosterone (RAAS), yaitu suatu system yang berfungsi dalam mengatur kontraksi dan relaksasi organ paru dan jantung. Saat reseptor ACE2 maka dapat

ACE2 saat ini telah mendapat banyak perhatian para pakar kesehatan karena perannya sebagai reseptor untuk masuknya virus SARS- CoV serta SARS-CoV-2 ke dalam sel tubuh manusia. ACE2 awalnya dilaporkan diekspresikan secara dominan dalam sistem pernapasan. Namun, berdasarkan suatu studi yang lebih canggih dengan menggunakan analisis imunohistokimia ditemukan  fakta kalau ACE2 juga teryata diekspresikan di usus, ginjal, miokardium, pembuluh darah dan pankreas, meskipun memang lebih dominan dalam sistem pernapasan.

 

Kerusakan pada Reseptor ACE2 juga menyebabkan terjadinya disfungsi sel β pankreas

Beberapa bukti lain menunjukkan tentang hubungan antara ACE2 dan regulasi glukosa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus, ditemukan sebuah fakta yang menarik, yaitu tikus yang reseptor ACE2-nya mengalami kerusakan  ternyata akan lebih rentan terhadap disfungsi sel β pankreas yang diinduksi oleh diet yang tinggi lemak dibandingkan pada  tikus tipe liar. Sehingga, kita dapat menyimpulkan kalau infeksi SARS- CoV yang mengganggu reseptor ACE2 kemungkinan besar bisa menyebabkan hiperglikemia meskipun pasien tersebut belum pernah menderita diabetes mellitus sekalipun. Hal ini menunjukkan kalau virus corona mungkin secara khusus dapat merusak pulau langerhans, sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya hiperglikemia. Bahkan hiperglikemia tersebut dapat bertahan selama 3 tahun pasca pemulihan dari SARS. Data ini menunjukkan kalau ACE2 sebagai bagian dari RAAS mungkin juga terlibat dalam hubungan antara COVID-19 dan diabetes mellitus.

 

Di Amerika Serikat,  pasien COVID-19 yang dirawat di ICU yang mengalami keparahan ternyata terdapat prevalensi  penyakit diabetes mellitus 58%.  Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan kuat antara COVID-19 yang parah dengan diabetes mellitus.

 

Upaya Pencegahan  Covid-19 pada penderita diabetes 

Untuk mencegah tertular virus corona, penderita diabetes juga perlu menjalankan langkah pencegahan dasar seperti sering cuci tangan dengan menggunakan sabun atau larutan sanitizer, menghindari menyentuh wajah atau bagian tubuh vital lainnya yang bisa menjadi jalan masuknya virus ke dalam tubuh, rutin mendisinfeksi benda yang sering disentuh.

Langkah lainnya adalah  dengan berusaha menghindari kontak dengan orang yang sudah dinyatakan positif covid-19 atau yang memiliki gejala covid-19, menjaga agar gula darahnya tetap stabil, serta yang tak kalah penting adalah dengan menjaga asupan nutrisi makanannya yang dapat membantu meningkatkan kemampuan dari sistem imunnya.

 

 Lantas bagaimana jika penderita diabetes sudah terlanjur terpapar  Covid-19? 

Apabila pasien diabetes merasakan gejala infeksi virus corona seperti demam, sesak napas, batuk kering, dan kelelahan, maka segera melakukan upaya pengobatan untuk mengatasi infeksi Covid-19 agar jangan sampai bertambah parah.  Namun karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang secara langsung dapat mengatasi infeksi covid-19 maka hal yang paling utama yang dapat dilakukan adalah dengan cara berusaha meningkatkan system imun di dalam tubuhnya.

 

Saat sistem imun mendeteksi adanya ancaman dari infeksi virus yang masuk ke dalam jaringan tubuh, maka sistem imun akan mengeluarkan suatu hormon penanda bahaya berupa sitokin. Sitokin ini akan mengaktifkan Untuk meredam agar jangan sampai terjadi sekresi sitokin yang berlebihan maka sebaiknya mengkonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung senyawa kompleks dan berusaha menjaga asupan nutrisi tubuh yang sesuai bagi penderita diabetes. Sehingga gula darahnya bisa tetap terjaga normal dan system imunnya juga dapat bekerja baik.

 

Hal yang tak kalah penting, penderita diabetes tak boleh panik menyikapi wabah Covid-19 karena Stres dapat memperburuk keadaan penyakitnya. Makanya penderita diabetes harus tetap tenang dan berusaha untuk menjaga agar gula darahnya tetap normal

 

Selain menjaga pikiran agar selalu positif,  hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga asupan nutrisi tubuhnya. Nutrisi bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meregenerasi sel yang mengalami kerusakan serta sebagai sumber energi bagi metabolisme sel, sehingga sistem yang ada dalam tubuh kita bisa berfungsi secara optimal. Tidak terkecuali dengan sistem imun yang berguna untuk mengatasi virus covid-19 yang sekarang sedang mewabah.

Berbagai Manfaat UTAMA dari menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi Kesehatan

 

Puasa Bagi Umat Islam

Selama berabad-abad, puasa sudah menjadi ritual khusus yang dijalankan oleh sebagian besar masyarakat di dunia untuk memenuhi tuntutan keagamaan atau tradisi. Bagi umat Islam, puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah  wajib yang harus dijalankan setiap hari selama bulan Ramadhan, khususnya yang sudah akil baligh, belum lansia, tidak sedang haid atau nifas dan dalam keadaan sehat.  Ibadah tersebut dilaksanakan mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, atau mulai dari subuh sampai magrib. Perbedaan letak geografis di dunia mempengaruhi pada lamanya pergantian siang dan malam Sehingga lama waktu untuk menjalankan ibadah puasa pun menjadi berbeda-beda tergantung letak geografinya di dunia.

 

Lama Waktu Berpuasa Dalam Sehari

Lama waktu berpuasa Ramadhan di Indonesia rata-rata sekitar 13 jam setiap harinya. Sedangkan di negara lain, lama waktu rata-rata berpuasa adalah berbeda-beda tergantung dari letak geografisnya, diantaranya sebagai berikut: Lama puasa di Arab saudi rata-rata sekitar 14 jam,  Amerika Serikat, Perancis dan Turki sekitar 16 jam, Inggris dan Jerman sekitar 18 jam, Australia dan Afrika selatan sekitar 11 jam dan Norwegia, Finlandia dan Greenland sekitar 20 jam. Artinya adalah orang yang berpuasa dikondisikan untuk tidak makan dan minum dalam waktu yang cukup lama setiap harinya dan dilakukan selama satu bulan penuh. Tentunya hal tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan asupan makanan dan energi dalam tubuh.

 

Yang Terjadi Saat Melakukan Ibadah Puasa

Berpuasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala sesuatu hal yang bisa membatalkan pada puasa atau mengurangi nilai puasa, seperti berhubungan intim antara suami istri, menumpahkan emosi dan amarah, berpikir kotor, dan mengerjakan segala perbuatan yang tercela menurut agama.

 

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mayoritas umat muslim akan memiliki dua waktu makan, yakni segera sesaat setelah terbenamnya matahari yang ditandai dengan masuk nya waktu sholat maghrib (Waktu Buka puasa atau ifthar) dan makan saat sebelum fajar terbit (Waktu Makan Sahur).

Saat berpuasa tubuh mengalami perubahan sesuai dengan lama berpuasa. Badan terasa lemah, lapar, haus dan merasa capek. Saat tersebut berarti tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sama sekali, yakni sekitar 11 sampai 20 jam.

 

Tubuh manusia sebenarnya memerlukan waktu delapan jam untuk menyerap nutrisi dari makanan terakhirnya. Artinya adalah, secara teknis perut kita, yakni lambung dan usus halus sebenarnya belum mengalami masa kosong dari makanan sampai delapan jam pasca konsumsi makanannya yang  terakhir. Baru setelah itu, setelah usus halus selesai dan berhenti menyerap berbagai nutrisi atau zat gizi dari makanan tersebut, tubuh mulai mengalami kekosongan dari makanan. Padahal suplai nutrisi makanan untuk semua aktivitas sel harus tetap berjalan.

 

Karena sudah tidak ada lagi sisa makanan di lambung maka tubuh akan mulai mengandalkan cadangan glukosanya yang tersimpan di dalam hati dan otot, untuk melaksanakan proses metabolisme energi dalam tubuh. Apabila cadangan glukosa itu habis, maka tubuh  selanjutnya akan menggunakan cadangan lemak untuk dijadikan bahan baku metabolisme lainnya untuk menghasilkan sumber energi kehidupan. Berdasarkan pemahaman ini, maka bisa dikatakan bahwa berpuasa sebenarnya sangat baik bagi orang yang mengalami obesitas, hiperkolestrol, dan yang mengalami hiperglikemia.

 

Pentingnya Menjaga Keseimbangan Asupan Nutrisi Saat Berpuasa

Oleh karena itu makan sahur yang cukup dan bergizi adalah sesuatu yang sangat  penting sebelum menjalankan ibadah berpuasa yang dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, agar tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi yang parah akibat melaksanakan ibadah berpuasa tersebut.

Dalam KONSEP KARNUS asupan nutrisi makanan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Supaya semua fungsi sel dalam tubuh dapat bekerja secara optimal. Nutrisi makanan tersebut harus dapat dicerna sempurna oleh sistem pencernaan agar bisa dimetabolisme oleh semua jaringan sel yang ada di dalam tubuh. Makanan yang di makan tersebut seyogyanya mengandung berbagai zat makanan yang diperlukan oleh seluruh sel tubuh seperti mengandung karbohidrat (glukosa), protein (asam amino), vitamin dan ion mineral yang kesemuanya itu sangat diperlukan oleh sel tubuh.

 

Saat berpuasa, tentu tubuh akan mengalami kekurangan asupan makanan dan cairan tubuh. Sehingga akan menyebabkan perasaan cepat lelah saat menjalankan aktivitas di waktu berpuasa. Oleh karena itu Konsep Karnus menganjurkan agar orang yang akan menjalankan ibadah puasa sebaiknya menambah asupan nutrisinya saat makan Sahur dan berbuka Puasa. Masalahnya adalah apabila kita melakukannya dengan menambah porsi makan dan minum secara berlebihan di waktu sahur dan berbuka Puasa, justru akan menyebabkan kinerja sistem pencernaan khususnya lambung akan bekerja lebih berat, karena harus memecah dan menguraikan lebih banyak lagi makanan agar dapat di urai ke dalam bentuk monomer, yang sudah siap di serap oleh usus halus. Tentunya hal tersebut akan berdampak kurang baik pada kesehatan.

 

Konsep Karnus memberi sebuah solusi untuk mengatasi kekurangan asupan nutrisi saat berpuasa tanpa harus menambah beban berat pada kinerja organ lambung, yaitu dengan memformulasikan suatu kombinasi nutrisi dari bahan baku alami pilihan yang berbentuk sereal yang kaya akan kandungan zat gizi dan tentunya telah di desain agar mudah dicerna oleh organ lambung. Dan nutrisi itu pun terserap cukup lama di dalam usus karena memiliki angka glikemik yang rendah, sehingga kita jadi tidak mudah lapar.  Nutrisi tersebut termanifestasikan dalam sebuah produk yang bernama Alga Gold (AG). Produk ini juga sangat baik dan telah terbukti mampu menyembuhkan penyakit diabetes, hipertensi, dan gangguan pada lambung. Apa kelebihan dan benefit dari Alga Gold, lebih lengkapnya dapat di lihat dalam artikel Alga Gold atau AG.

 

Berikut adalah berbagai Manfaat dari menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi Kesehatan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu oleh umat islam di seluruh penjuru dunia. Karena umat Islam meyakini bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan Rahmat, Ampunan dan Keberkahan. Selama sebulan penuh mereka akan menjalankan ibadah berpuasa, yakni menahan diri dari makan dan minum serta dari segala sesuatu yang bisa membatalkan atau mengurangi pada puasanya.

Meskipun puasa terasa berat namun puasa sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menyulitkan dan mencelakakan individu seorang muslim. Justru sebaliknya dengan berpuasa di bulan Ramadhan selain mendapatkan pahala keimanan dan ketaqwaan, puasa juga disinyalir memiliki dampak positif untuk kesehatan dan mental seseorang.  

 

Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, sebenarnya tubuh di paksa untuk mengalami perubahan pola kebiasaaan makan, pola tidur dan pola aktivitas lainnya. Berbagai kegiatan di malam hari saat di bulan ramadhan cenderung meningkat seperti kegiatan sholat malam, tadarus al quran dan juga makan sahur. Hal tersebut tentu berpengaruh kepada ritme sirkadian tubuh dari diurnal menjadi nokturnal, sehingga akan berdampak pada kinerja berbagai organ atau sistem di dalam tubuh. Kondisi tersebut ternyata justru berpengaruh baik pada perbaikan berbagai penyakit, terutama penyakit metabolik. Pada orang yang berpuasa umumnya ditemukan penurunan kadar LDL/Kolesterol jahat dan menigkatnya kadar HDL/kolesterol baik. Tentunya hal tersebut menjadi sinyal positif untuk menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler.

 

Berbagai Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Berikut adalah beberapa manfaat dari berpuasa ramadhan diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  1. Berdampak positif pada Pasien yang mengalami Gangguan Kolesterol dan Obesitas

Penelitian yang dilakukan oleh Akrami Mohajeri (2013) menyimpulkan bahwa puasa Ramadhan secara signifikan dapat menurunkan kadar LDL dan dapat meningkatkan kadar HDL. Proses penurunan kadar lemak tersebut dimulai pada pertengahan hingga akhir waktu bulan Ramadhan. Hasil penelitian tersebut juga didukung penelitian lain bahwa responden dengan penyakit diabetes mellitus yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mereka mengalami penurunan kadar kolesterol meskipun secara perhitungan statistik tidak signifikan.  Penelitian lain yang dilakukan oleh Al-Hader et al. (1994)  dengan menggunakan sampel 30 remaja muda sehat yang menjalankan puasa Ramadhan, menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan HDL selama bulan puasa karena terjadi penurunan konsumsi makanan.

Terkait obesitas, puasa Ramadhan dapat menurunkan berat badan (2 kg selama puasa) dan persentase lemak tubuh serta meningkatkan HDL.  Namun, penurunan berat badan ini akan optimal jika memang selama puasa mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka. Karena di sebagian riset menjelaskan bahwa puasa Ramadhan justru malah meningkatkan berat badan, alasannya karena tidak ada perubahan gaya hidup khususnya bagaimana mengatur strategi untuk makan yang benar saat sahur dan berbuka. Puasa Ramadhan selain menurunkan LDL dan meningkatkan HDL, juga dapat menurunkan tekanan darah. Manfaat lainnya juga dapat menurunkan trigliserid. Jadi, secara umumdapat kita simpulkan bahwa puasa Ramadhan dapat menurunkan berat badan, kolesterol LDL serta trigliserid dan juga meningkatkan HDL. Namun, hal tersebut akan berhasil dicapai jika tetap mampu mengontrol pola makan yang baik saat sahur, berbuka dan tentunya setelah bulan Ramadhan selesai.

 

  1. Berdampak positif untuk pasien penderita kanker

Meskipun masih menyisakan suatu permasalahan, namun disinyalir puasa ramadhan ternyata memiliki dampak baik bagi  pasien penderita kanker. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bragazzi (2016), pada pasien yang menderita kanker pankreas, payudara, usus besar, prostat, dan paru-paru ternyata puasa Ramadhan berdampak positif terhadap perbaikan sel dan meningkatnya sistem kekebalan tubuh khususnya pada sel yang dapat mengendalikan pertumbuhan kanker. Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Hasil penelitian ini memang masih harus lebih dikaji lebih dalam lagi agar  benar-benar terbukti kuat bahwa puasa ramadhan mampu mengurangi risiko dari kanker.

 

  1. Puasa Ramadhan dapat mengurangi terjadinya stress

Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental. Karena hormon ini mampu menimbulkan perasaan senang, tenang,dan nyaman.

Solusi yang Tepat! Agar Puasa tidak lagi terganggu gara-gara Sakit Lambung

 Berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu dari 5 kewajiban umat islam yang “wajib” dilakukan. Istilah “wajib” tersebut tentu saja diperuntukan bagi umat islam yang sudah akil balegh, belum lansia, wanita yang sedang tidak haid atau nifas, tidak sedang dalam keadaan musafir dan dalam kondisi yang sehat atau tidak sedang menderita penyakit yang membahayakan jiwanya.

 

     Bagi muslim yang sehat, menjalankan ibadah puasa mungkin menjadi sesuatu yang menyenangkan meskipun harus menderita lapar dan haus serta rasa capek karena harus tetap beraktivitas penuh sepanjang hari. Ada rasa kepuasan bathin yang tidak mampu dilukiskan melalui kata-kata jika bisa sukses dalam menjalankan ibadah berpuasa berikut rangkaian ibadah lainnya, seperti melaksanakan shalat tarawih, sholat tahajud, tadarus alquran,memperbanyak shodaqoh dan segala amal kebaikan, I’tikaf dan ibadah di malam lailatul qodar serta di tutup dengan melaksanakan zakat fitrah dan sholat idul fitri.

 

     Namun bagi muslim yang sedang mengalami gangguan kesehatan, terutama yang mengalami masalah di lambungnya, berpuasa bisa menjadi sesuatu yang menyiksanya. Padahal hatinya sangat ingin menjalankan ibadah berpuasa dengan penuh perasaan senang, tenang, nyaman dan khusu’. Seorang muslim sejati akan merasa sayang apabila harus meninggalkan ibadah puasa wajib apalagi puasa tersebut hanya ada di bulan Ramadhan saja.

 

    Sebuah dilema bagi seorang muslim yang ingin menjalankan ibadah berpuasa namun sedang memiliki masalah kesehatan yang kurang baik, terutama bagi yang lambungnya sedang mengalami gangguan seperti terkena penyakit Gastritis (maag), ulkus peptikum, gastroesophageal reflux disease (GERD), inflammatory dan bowel disease.  Apabila memaksa tetap berpuasa maka tentunya akan menjadi puasa yang berat dan sekan menyiksa pada dirinya sendiri. Sebagian mungkin akan lebih memilih untuk tidak berpuasa karena merasa tak mampu kalau harus menderita sakit yang disebabkan oleh permasalahan di lambungnya tersebut.

 

    Menurut Konsep Karnus permasalahan  di lambung tersebut sebenarnya mudah untuk di atasi, yaitu salah satunya dengan cara menggunakan terapi nutrisi khusus, yang di formulasikan untuk merekonstruksi luka lambung sehingga permasalahan di lambung tersebut dapat di atasi secara tuntas. Dinding lambung yang luka direkonstruksi dengan menggunakan suatu bahan bioaktif quertenin dan leucocyanidin dari bahan pisang jenis tertentu, kemudian dikombinasikan dengan suatu protein fungsional kolagen halal, sehingga luka lambung tersebut bisa segera sembuh dan dapat berfungsi kembali. Jadi sudah tidak perlu khawatir lagi untuk menjalankan ibadah berpuasa gara-gara lambungnya bermasalah.

 

Apa Yang terjadi Pada Lambung dan Usus saat Berpuasa?

    Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, lambung  otomatis akan seringkali mengalami kekosongan dari makanan. Sehingga memicu terjadinya  suatu mekanisme dalam lambung yang di sebut MMC (Migrating motor complex). MMC merupakan suatu aktivitas motorik lambung dan usus halus yang berbeda secara mendasar pada keadaan puasa atau baru saja makan, yang mengacu pada sekumpulan gelombang listrik yang terjadi di usus untuk membantu mengatur beberapa fungsi seperti membersihkan sisa makanan yang tidak bisa di cerna atau yang sudah tidak butuhkan lagi  kemudian memindahkannya ke usus besar yang selanjutnya akan diekskresikan oleh tubuh manusia melalui feces.   Peran MMC dalam sistem pencernaan adalah untuk menghilangkan limbah dari tubuh.  MMC di mulai dari  lambung dan bergerak ke arah distal melalui usus halus.

 

    Saat dalam keadaan berpuasa, MMC memiliki pola dominan yang disebut interdigestive myoelectric complex (IDMEC). IDMEC berfungsi sebagai pembersihan lapisan organ lambung, tujuannya adalah untuk melindungi lambung dan usus halus dari pertumbuhan bacterial yang melebihi kebutuhan. Proses MMC tersebut biasanya di tandai dengan bunyi “menggerung” dalam perut yang kosong dari makanan.

 

    Apabila makanan berada lebih lama di dalam lambung dan usus, maka bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri di dalam usus menjadi berlebihan sehingga  harus segera dibersihkan melalui suatu mekanisme MMC tersebut.

Pembersihan saluran pencernaan  untuk menghilangkan benda yang berbahaya dalam tubuh dan bakteri yang tidak menguntungkan adalah dengan cara  pelumasan (lubrikasi) lambung dan usus halus pada saat lambung dan usus tersebut sedang dalam keadaan kosong dari asupan makanan. Mekanismenya adalah dengan cara meningkatkan sekresi asam lambung, cairan empedu dan pankreas dan sekaligus dibantu dengan melakukan gerakan dorong mekanik oleh otot lambung dan usus terhadap sisa-sisa makanan dan bakteri tersebut menuju arah distal.

 

    Lambung  yang sedang kosong  karena sedang berpuasa akan beberapa kali terkena cairan asam lambung yang fungsinya untuk memebersihkan dinding lambung dari sisa makanan, bakteri dan zat yang merugikan pada tubuh.

Oleh karena itu selama bulan puasa biasanya akan terjadi peningkatan sekresi asam lambung dan cairan empedu, dan akan normal kembali setelah satu bulan pasca Ramadhan. Rata-rata pH lambung sebelum Ramadhan adalah sekitar 2.3, kemudian menurun menjadi 1.0 pada hari ke-10 dan ke-24 Ramadhan, dan akhirnya pH nya naik kembali menjadi 1.6 setelah satu bulan selesai berpuasa. Sekresi asam lambung meningkat sekitar 45% pada hari ke-10 Ramadhan dibandingkan sebelum Ramadhan dengan peningkatan variasi diurnal lebih tinggi daripada nokturnal.

 

    Jika organ lambung dalam keadaan sehat, peningkatan cairan asam lambung tersebut tentunya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan namun apabila lambung tersebut sedang mengalami masalah seperti terkena gastritis (maag), ulkus peptikum, GERD, maka peningkatan asam lambung tersebut pastinya akan menyebabkan berbagai keluhan kesehatan seperti munculnya dispepsia, rasa perih, mual dan perasaan dada terbakar (hurt burn) saat menjalankan ibadah berpuasa di bulan Ramadhan. Hal tersebut tentunya akan mengganggu kekhusu’an dari ritual ibadah puasa ramadhan itu sendiri.

 

    Pada pasien yang mengalami permasalahan di lambung, puasa tentunya akan memperberat kondisi kesehatannya jika tidak diobati secara tepat. Karena dinding lambung yang sedang bermasalah akan beberapa kali terkena cairan asam lambung.

 

Obat Penetral Asam Lambung

   Terapi pengobatan yang umumnya dilakukan saat ini oleh para praktisi kesehatan dalam menangani permasalahan kelebihan produksi asam lambung khususnya pada saat menjalankan ibadah puasa biasanya dengan menggunakan obat Penetral Keasaman Lambung atau penghambat Produksi Asam Lambung (inhibitor) yang diberikan saat sahur dan berbuka puasa. Seperti pemberian Antasida, obat antagonis reseptor H2 maupun obat golongan PPI (Proton Pump Inhibitor).

 

   Penggunaan Obat penetral Asam Lambung atau pun Obat Penghambat Produksi Asam Lambung tersebut terlihat efektif untuk mengatasi masalah asam lambung  yang berlebih secara instan pada saat itu. Gejala sakit yang dirasakan oleh pasien umumnya mungkin akan mereda, sehingga pasien dapat menjalankan puasa.  Namun apabila ditelaah lebih lanjut, tanpa disadari ternyata solusi tersebut sebenarnya justru memunculkan suatu permasalahan baru yang bisa jauh lebih serius.

 

   Berdasarkan KONSEP KARNUS, Apabila asam lambung di netralkan atau di hambat produksinya secara terus menerus, tentunya akan menjadi suatu permasalahan pada kinerja lambung itu sendiri. Lambung tidak akan dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Bahkan pemberian obat-obatan tersebut akan mengganggu pada kinerja MMC. Sehingga proses pembersihan saluran pencernaan dari berbagai zat berbahaya dan bakteri tersebut pun akan terganggu.

 

    Jika asam lambung dinetralkan atau di hambat produksinya tentu bisa menyebabkan proses produksi nutrisi makanan untuk sel menjadi tidak optimal. Sehingga pasokan nutrisi sel akan terganggu. Sel akan mengalami kekurangan nutrisi  yang mengakibatkan sel tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan munculnya penyakit degeneratif

 

    Apabila penggunaan obat penetral atau penghambat produksi asam lambung di gunakan secara kontinyu selama bulan Ramadhan bahkan lebih lama lagi,  maka bisa menimbulkan masalah yang lebih serius lagi, yaitu bisa mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas nutrisi yang diperlukan oleh seluruh sel tubuh. Sel akan mengalami kelaparan dan kinerja berbagai sel pun akan menurun sehingga tubuh akan mudah mengalamai sakit.

 

“Bayangkan kalau Lambung sudah tidak memiliki kekuatan lagi  untuk mengurai atau memecah makanan, akibat asam lambungnya sudah tidak bisa berfungsi…”

 

    Saat produksi asam lambung di hambat atau keasamannya di netralkan, maka bisa menyebabkan proses penguraian makanan di dalam lambung mengalami gangguan, yang mengakibatkan output nutrisi nya pun menjadi tidak sempurna. Efisiensi output nutrisi menjadi rendah. Sehingga sel-sel tubuh akan mengalami kekurangan energi dan menyebabkan terjadinya penurunan fungsi organ.

 

   Di dalam lambung, karbohidrat akan di urai menjadi glukosa, protein di rubah menjadi asam amino, sedangkan lemak hanya di pecah molekulnya, yang selanjutnya akan di emulsifikasi di dalam duodenum oleh cairan empedu.

    Glukosa nantinya akan di gunakan sebagai bahan metabolisme energi di dalam sel. Asam amino diperlukan salah satunya sebagai bahan untuk membentuk atau membangun hormon dan enzim. Hormon dan enzim tersebut diperlukan untuk mengatur dan mengkatalis berbagai reaksi metabolisme di dalam tubuh. Diantaranya adalah hormon insulin yang diperlukan glukosa agar bisa masuk ke dalam sel untuk di metabolisme dan juga enzim lipase yang diperlukan untuk mengkatalis lemak yang berada di dalam plasma darah menjadi asam lemak dan gliserol.

 

    Apabila lemak tidak bisa di metabolisme secara sempurna oleh tubuh maka bisa menyebabkan terjadinya penumpukan limbah metabolisme lemak di dalam sistem peredaran aliran darah. Aliran darah akan dipnuhi oleh limbah lemak seperti kholesterol, LDL, trigliserida sehingga aliran darah menjadi kurang lancar, bahkan lama-kelamaan akan terbentuk banyak flak  pada dinding saluran aliran darah sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan luas penampang saluran peredaran darah atau atheroskeloris yang akhirnya akan mengakibatkan terjadinya gangguan kardiovaskuler yang berbahaya. Bahkan apabila limbah lemak tersebut teroksidasi oleh suatu radikal bebas dan tubuh sedang mengalami kekurangan antioksidan maka lemak teroksidasi tersebut bisa menyebabkan terjadinya penyakit sel abnormal.

 

Solusi Berdasarkan Konsep karnus Untuk Mengatasi berbagai Gangguan di Lambung saat Menjalankan ibadah Puasa Ramadhan

    Apabila di telaah lebih jauh, permasalah inti dari gangguan di lambung itu sebenarnya adalah karena telah terjadinya luka atau peradangan di dinding lambung kemudian luka atau peradangan tersebut terkena cairan asam lambung akibat proses MMC. Luka atau radang tersebut disebabkan oleh berbagai faktor seperti karena terkena infeksi helicobacteri pylori atau karena produksi asam lambung yang sebelumnya memang sudah berlebih, tersekresi melebihi kemampuan daya tahan dari dinding lambungnya itu sendiri, sehingga lapisa mukosa yang berperan sebagai pelindung dinding lambung menjadi rusak dan mengalami peradangan atau luka.

 

    Mengingat pentingnya peran asam lambung dalam penguraian sari makanan dan pembersihan saluran pencernaan dari berbagai zat berbahaya bagi tubuh, maka solusi yang dianggap paling tepat berdasarkan pengobatan konsep karnus adalah dengan cara memperbaiki, menguatkan ataupun mengobati dinding lambung yang mengalami luka tersebut serta mengembalikan jumlah sekresi asam lambung agar kembali menjadi normal, tanpa harus merekayasa produktivitas asam lambung itu sendiri. Agar lambung dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menguraikan sari makanan ke dalam bentuk yang dikriteriakan oleh sel tubuh. Peran mukosa yang sedang mengalami gangguan dapat digantikan sementara oleh suatu bahan makanan yang bernama pati resisten. Di sisi lain dinding lambung yang mengalami luka pun harus segera diperbaiki melalui regenerasi sel. Sistem tubuh kita sendiri lah yang dapat memperbaikinya, selama tersedia bahan untuk memperbaikinya.

 

Apakah Bahan tersebut?

Bahan tersebut adalah kombinasi dari berbagai bahan pilihan yang terdiri dari bahan yang mengandung zat aktif  seperti Leucocyanidin dan quercetin yang dikombinasikan dengan protein jenis tertentu seperti kolagen yang berguna untuk membentu mempercepat regenerasi sel di daerah dinding lambung. Leucocyanidin dan quercetin merupakan suatu scavenger radikal bebas yang sangat efisien dalam mereduksi sekresi histamin dari sel mast, sehingga efektif melindungi mukosa lambung dari segala gangguan seperti ulserogenesis. Komponen bioaktif leucocyanidin dan quercetin juga memiliki efek anti bakteri dan anti inflamasi. Berdasarkan hasil riset, kedua komponen ini telah terbukti mampu menyembuhkan radang lambung (gastritis) sejenis.

 

   Berbagai bahan tersebut termasuk bahan lainnya yang juga memiliki efek yang baik untuk menjaga kesehatan yang sudah dimanifestasikan ke dalam sebuah produk yang bernama Alga Gold (AG). Alga Gold sudah terbukti dapat mengatasi berbagai gangguan di lambung tanpa harus merekayasa sekresi asam lambung yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

 

 

Referensi:

Akrami Mohajeri, et al. (2013). Dose Ramadan Fasting Affects Inflammatory Responses: Evidences for Modulatory Roles of This Unique Nutritional Status via Chemokine Network.; Qujeq et al. (2002). Effects of Ramadan fasting on serum low-density and high-density lipoprotein-cholesterol concentrations.

 

Al-Hader et al. (1994). The effects of Ramadan fasting on certain biochemical parameters in normal subjects and in type II diabetic patients.

 

Lamine, et al. (2006). Food intake and high density lipoprotein cholesterol levels changes during Ramadan fasting in healthy young subjects.

 

Sadiya et al. (2011). Effect of Ramadan fasting on metabolic markers, body composition, and dietary intake in Emiratis of Ajman (UAE) with metabolic syndrome.; Trabelsi et al. (2011). Effects of Ramadan Fasting on Biochemical and Anthropometric Parameters in Physically Active Men.

 

Bakhotmah, B. (2011). The puzzle of self-reported weight gain in a month of fasting (Ramadan) among a cohort of Saudi families in Jeddah, Western Saudi Arabia